Rekans, pepatah mengatakan, "Apabila engkau akan melakukan perjalanan jarak pendek, maka lakukan sendirian. Namun apabila engkau akan melakukan perjalanan jarak jauh, maka ajaklah teman-teman anda". Saya bertekad blog ini sebagai awal dari perjalanan jarak jauh yang fantastis, sehingga saya memutuskan untuk mengundang beberapa pihak untuk berpartisipasi. (http://dikkyz.blogspot.com/2007/11/selamat-bergabung-rekan-tim.html)

Tuesday, August 19, 2008

Pohonku dan Kambingmu

Photo Courtesy to Calvin

Ketika rencana menanam 93 pohon yang akan dilakukan oleh angkatan STAN93 saya upload di milis PTKDK, seorang rekan mengingatkan bahaya laten di kampus kita, yaitu kambing. Penanaman pohon yang bertujuan mulia bisa jadi berantakan hasilnya, karena menjadi santapan lezat kambing-kambing yang berkeliaran leluasa di kampus.

Untung lah, rekan panitia, Eko dan Didit sudah memperhitungkan risiko tersebut dan memesan pohon-pohon dengan ketinggian 3 meter. Cukup lah untuk mempersulit kambing dan memberi kesempatan pohon bertahan hidup.

Ketika acara reuni STAN akan digelar tahun lalu, salah satu hal yang dipikirkan panitia tentunya adalah bagaimana cara menyembunyikan kambing-kambing yang telah masyhur itu. Terus terang ketika ke kampus pas reuni itu saya tidak melihat kambing. Mungkin karena saya terlalu banyak nongkrong di gedung G.

Sebenarnya binatang yang menjadi penghuni setia kampus bukan hanya kambing. Seingat saya, dulu waktu masih kuliah di gedung F tahun 1993-1994, saya sering memperhatikan kerbau yang lagi asyik mandi di lumpur. Kubangan-kubangan kerbau pun bisa dilihat di sebelah selatan (arah Bintaro) kampus kita. Boleh jadi pelihara kerbau bukan lagi hobi warga sekitar, atau STAN tidak lagi pas untuk bermain-main para kerbau jenaka.

Kami menanam pohon dengan riang gembira. Tidak menyangka kalau kegiatan kami sudah diintip beberapa pasang mata. Setelah kami pergi meninggalkan pohon yang kami tanam, mereka beraksi. Aduuuh, semoga saja para kambing tidak menggunakan ilmu kungfunya untuk meloncat ke dahan pohon yang cukup tinggi. Sementara pohon yang kurang beruntung, tetap jadi santapannya.

Semoga, daun-daun segar itu, tetap berkah dan menjadi daging yang enak dalam tubuh si kambing. Semoga kambing sehat selalu, punya anak banyak, dan bermanfaat buat pemiliknya.

Baca Selanjutnya...

Sahabat, Pohon, dan Kampus Tercinta

Setelah acara tanam pohon selesai dan rekan-rekan peserta sedang berkumpul di Gedung G, saya kembali ke tempat di mana 103 pohon-pohon baru ditanam. Kebetulan sekop kecil saya tertinggal. Ditemani si kecil Daffa, saya berkeliling dan memandangi pohon-pohon yang baru ditanam berjejer rapi, tinggi semampai dengan tanahnya yang basah karena baru disiram air.

Di setiap pohon tertancap peneng putih dengan nama dan NPM sahabat-sahabat saya. Ada Roy, Agul, Roydon, Sri Rahayuningsih, Dadan, dan masih banyak lagi. Mereka adalah sahabat-sahabat saya yang kebetulan berhalangan hadir. Namun membaca nama mereka, dan nama-nama rekan lainnya di bawah pohon-pohon itu, saya merasa berada di tengah-tengah mereka.

Areal di depan dan belakang Gedung E serasa tempat berkumpul bagi kami semuanya, angkatan STAN masuk 93. Saya tidak tahu akan seperti apa satu dua bulan, satu dua tahun ke depan, namun sore itu, areal tersebut laksana milik kami. Tempat kami bercanda dan bercengkrama. Bertukar cerita dan peristiwa.

Walau kami tidak wujud nyata, tapi sungguh pohon dan peneng nama membuat saya merasa sahabat-sahabat saya sangat nyata ada di situ. Melihat peneng nama Fajar dan Nafis yang berdampingan, saya berkata, “Kalian sungguh mesra”. Melihat peneng nama Sjafar, saya berujar “Elo pinter ya pilih tempat strategis”. Melihat peneng nama Ferry, saya berkata, “Pey, walaupun elo gak datang, tiga pohon loe dah nancep?”, melihat peneng milik Bambang, saya bertanya “Jadi gak pergi ke Afrika?”. Pohon-pohon dan peneng nama itu membuat saya bisa menyapa.

Terimakasih Tuhan, telah memberikan kesempatan untuk merasakan kebahagian itu. Kami tahu, apa yang kami perbuat belum lah seberapa. Namun ijinkan kami mengatakan, bahwa dari yang sedikit itu lah kami memulai. Dari yang sedikit itu kami memupuk kecintaan dalam hati kepada sahabat-sahabat kami, kepada kampus kami, kepada adik dan kakak kelas kami.

Saya berjanji untuk datang lagi. Dan saya yakin, sahabat-sahabat saya pun pasti akan datang lagi.

Dari acara Back To Campus, 17/08/08, Menanam 93 pohon (realisasi 103 pohon) di Kampus STAN Jurangmangu.

Baca Selanjutnya...

Wednesday, August 13, 2008

Di Serang Spam Lewat Akocomment

Akhir-akhir ini saya sebeeeel banget. Setiap waktu menerima email yang memberitahukan ada komentar baru di blog. Tapi isinya.... spam!.

Saya pakai Akocomment untuk blog saya. Walaupun sudah ada pengamannya, Akocomment kelihatannya sudah bisa ditembus. Buktinya, komentar spam begitu lancar mengalir. Termasuk ketika saya unpublished Akocomment di dalam mambot. Masih tetap saja itu spam mengalir.

Dari web pembuat Akocomment sudah ada beberapa komplain serupa. Tapi sedihnya, pembuat Akocomment tidak mau lagi upgrade itu component. Dia malah menawarkan componen baru namanya Mxcomment.

Oke aja sih kalau harus ganti. Tapi bagaimana dengan komentar-komentar pembaca yang sudah ada dalam Akocomment. Apakah data tersebut harus direlakan hilang?

Duh, inilah akibat pakai yang gratisan dan tidak tahu masalah teknis detil beginian. Ampuuun deh.

Baca Selanjutnya...

Sunday, June 22, 2008

I'am Proud To Be Your Friend, Guys

Jum'at malam lalu, Anita telpon saya. Dengan nada pengin menjelaskan sesuatu, dia menyambungkan saya dengan Sjafar. Mereka terkesan sedang sangat sibuk dan bersemangat. Berikutnya Sjafar lah yang berbicara panjang lebar tentang sebuah kegiatan yang dirancang untuk silaturahmi alumni STAN/93 sekaligus berperan aktif dalam misi sosial.

Tentunya, saya tidak ingin mendahului mereka untuk mengumumkan apa kegiatan tersebut. Mereka lah yang nantinya akan menjelaskan A to Z -nya, dan pastilah akan sangat menarik.

Anita adalah Bendahara Alumni, sedangkan Sjafar adalah Ketua Bidang Sosial; namun bukan hanya mereka, seluruh bidang kegiatan, dari Sosial, Kegiatan, Bisnis Investasi, Marketing & Humas, Sekretariat dan Data, Bendahara, sampai Komite Audit tengah berkreasi dan berpikir ke depan tentang apa yang akan mereka usulkan sebagai sebuah kegiatan Alumni. Hal tersebut sesuai dengan yang kami sepakati pada rapat Penang Cafe lalu. Dan selanjutnya kami akan berkumpul kembali pertengahan Juli besok.

Mereka lah sobat-sobat baik saya, mereka adalah sobat yang bersedia untuk memakmurkan kegiatan Alumni STAN 93. Tapi mereka dan kami, hanya lah sedikit bagian dari STAN 93. Potensi Alumni STAN 93 jauh lebih besar dan dahsyat. Anggap lah kami hanya sebagai minyak tanah, api yang membara adalah rekan-rekan kami lainnya. Karena api itu lah, Alumni STAN 93 menjadi MEMBARA, bisa menularkan panas potensi satu alumni kepada alumni lainnya, dan akhirnya juga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Anita, Sjafar, dan sobat baik lainnya, saya sangat bangga menjadi teman kalian. Kalian sungguh penuh dedikasi.

Rekan-rekan alumni, biarkan lah sedikit minyak tanah ini, yang harganya semakin hari semakin mahal dan semakin langka, dapat membakar dan membangkitkan semangat persaudaraan kita bersama. Semoga sukses selalu untuk segenap Alumni STAN 93.

Mari kita tunggu kejutan dari mereka.

Baca Selanjutnya...

Wednesday, June 18, 2008

STAN93: Meeting Penang Cafe

Jumat malam, tanggal 13 Jui 2008 lalu adalah malam yang sangat luar biasa. Saya bertemu dengan rekan-rekan yang telah mendeklarasikan diri bersedia untuk menjadikan alumni STAN angkatan 1993 untuk lebih baik dan lebih eksis, baik dalam konteks internal alumni, maupun dalam konteks profesi, sosial, kemasyarakatan.

Mereka adalah (1) Dewi Ekawulan, (2) Rice Wandansari, (3) Novi Munarianto, (3) Tedy J. Sitepu, (4) Bobby Wahyu, (5) Eko Cahyadi, (6) Yurnalis, (7) Rheza Adevan, (8) Anita Agustina, (9) Deni Ridwan, (10) Nafis Fajar, (11) Ary Nugroho,(12) Sjafardamsah dan (13) saya sendiri Dikky Zulfikar. Empat rekan yang sedianya datang adalah M. Marlan Aditri batal datang karena sakit, Chandra Yulistia karena masih dalam posisi meeting di lain tempat, Jodi S. dan Didit karena masih ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan.

Dalam pertemuan tersebut diputuskan beberapa hal penting di antaranya adalah:

1. Alumni STAN 93 yang sebelumnya diorganisasi secara informal akan dibuatkan wadah yang lebih formal. DZ bertugas untuk mengurusi hal ini. Usulan Tarko di milis agar alumni STAN 93 untuk dijadikan sebuah Perhimpunan akan segera ditindaklanjuti. Diharapkan dengan adanya wadah formal maka pembagian wewenang, tugas dan tanggungjawab dapat dilakukan dengan lebih baik dan transparan.

2. Dibentuk 4 bidang, Sekretariat, dan Komite Audit yang menjadi alat organisasi untuk mengimplementasikan visi dan misi organisasi.
Empat bidang tersebut berikut pengurusnya adalah sebagai berikut:

  • Bidang Sosial: Bidang ini diketuai oleh Sjafar, dengan anggota Bobby Wahyu dan Ary Nugroho. Bidang ini fokus pada kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang sudah kita beri label STAN 93 Peduli. Saat ini STAN 93 Peduli sudah menjalankan kegiatan pendanaan internal berupa iuran bulanan para alumni.
  • Bidang Kegiatan: Bidang ini diketuai oleh Deni Ridwan, dengan anggota Eko Cahyadi. Bidang ini akan fokus kepada acara-acara internal STAN 93 agar alumni STAN 93 dapat selalu keep in touch dan menjalin tali silaturahmi.
  • Bidang Marketing & Humas: Bidang ini diketuai oleh Novi Munarianto, dengan anggota, Jodi S. dan Navis Fajar. Bidang ini bertujuan untuk melakukan kegiatan marketing dan komunikasi kehumasan atas keberadaan STAN 93 beserta seluruh kegiatannya.Bidang
  • Bisnis dan Investasi: Bidang ini diketuai oleh Tedy J. Sitepu dengan anggota Yurnalis dan Chandra (Chandra dalam konfirmasi). Bidang ini akan merumuskan dan menjalankan rencana-rencana bisnis dan investasi yang dimotori dan dimiliki oleh STAN 93.
  • Sekretariat dan Data, termasuk di dalamnya bendahara. Para Sekretaris adalah Didit, dan Rice Wandansari, bagian data adalah Rheza , sedangkan Bendahara adalah Dewi Ekawulan dan Anita Agustina.
  • Komite Audit, diketuai oleh Tarko S. Diharapkan komite audit dapat menjadi unit yang selalu mengingatkan dan menjaga para eksekutif untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.
3. Rekan-rekan yang namanya tersebut di atas telah berkomitmen untuk menjadi motor penggerak dalam memakmurkan kegiatan STAN 93. Tentu saja, mereka semua tidak akan berhasil tanda dukungan dari rekan-rekan alumni yang lainnya. Sehingga kami semua mengharapkan doa restu dan dukungan segenap rekan-rekan STAN 93.

4. Jadwal berikutnya adalah pertemuan yang akan diadakan pada minggu kedua bulan Juli 2008. Dalam pertemuan tersebut akan dibahas:
  • Program kerja masing-masing Bidang, dan
  • Bentuk organisasi formal STAN 93
Perlu juga saya sampaikan bahwa pertemuan tersebut bersamaan dengan syukuran rekan kita Dewi Ekawulan atas diterimanya di Waseda University, Jepang. Bagaimana pun, fasilitas dan hidangan yang telah Dewi berikan kepada rekan-rekan sebagai bentuk syukuran telah memberikan tambahan semangat kepada rekan-rekan yang hadir. Secara pribadi, I do appreciate what she did to us, jazakillah.

Baca Selanjutnya...

Monday, June 09, 2008

Mba Pramugari Jago Berjualan dan Baik Hati

Biasanya di pesawat saya tidur, tapi tadi pagi saya naik pesawat Sriwijaya jurusan Semarang, suasana lain dari biasanya. Kabin Sriwijaya bisa disulap oleh para Pramugari menjadi tempat jualan yang cukup meriah.

Setelah proses penyajian makanan selesai, para Pramugari menyilangkan kain motif di pundaknya, sambil menawarkan kain tersebut kepada penumpang pesawat. Mereka membawa berbagai motif dan melayani permintaan penumpang. Banyaknya penumpang pesawat yang tertarik dengan kain yang cantik-cantik itu membuat penumpang lain menjadi penasaran. Tidak hanya kain yang diminati berbagai produk seperti bollpen, parfum, mainan anak pun ditimang-timang oleh penumpang pesawat.

Seorang ibu di sebelah saya menceritakan, memang kain itu laku sekali. Harganya tujuh puluh ribuan, kata si ibu, mungkin kain itu dari India, kata dia.

Yang saya tahu, di pesawat lain, penjualan produk souvenir kurang semarak. Produknya itu-itu saja, dan peminatnya pun sangat jarang. Di kabin Sriwijaya ini memang lain sekali. Memang produknya biasa saja, kecuali kain-kain, tapi yang saya lihat si Pramugari sangat semangat dalam menawarkan. Mereka bukan cuma melayani tapi menawarkan dengan bahasa salesperson yang persuasif.

Setelah 40 menit terbang, giliran Pilot mengumumkan akan segera mendarat, suasana menjadi lebih ramai. Si Pramugari menjadi terburu-buru, ada yang masih nanya, ada yang menunggu kembalian dan macam-macam.

Hebatnya lagi, walaupun tidak melayani kartu kredit, mereka bersedia untuk dibayar di depan ATM . Can you imagine, Pramugari sampai turun dari pesawat dan mengikuti pembeli sampai ke depan ATM untuk mendapatkan pembayaran. Padahal, penumpang masih banyak di pesawat dan ada penerbangan lanjutan. Saya hanya berdecak kagum, sampai sejauh itu mereka mau melayani. Walaupun bisa saja dimarahi supervisor mereka karena meninggalkan kabin. But anyway, yang saya lihat mereka hanya mau menjadikan keinginan penumpang untuk membeli menjadi terjadi, walaupun mereka harus sedikit berkorban.

Kebetulan, saya lah yang membayar di depan ATM. Terimakasih Mba Pramugari, terimakasih Sriwijaya.

Baca Selanjutnya...

Saturday, June 07, 2008

Here are My Spinachs (Baca: Obat Kuat)

Kalau Popeye sedang terdesak oleh musuhnya, ia segera mengeluarkan kaleng bayamnya, dan hap. Sekejap ia menjadi sangat kuat, musuhnya pun dengan mudah dihantam.


Banyak orang membutuhkan obat kuat untuk tambahan energi menghadapi dinamika sehari-hari. Di TV, iklan obat kuat begitu gencar, menjanjikan kecepatan dan hasil yang dahsyat setelah mengkomsumsinya.

Saya sendiri selalu butuh obat kuat, tapi obat kuat saya bukan hanya sekedar makanan dan minuman. Berikut obat kuat yang selalu memberikan energi luar biasa sehari-hari:

  1. Menyelesaikan pekerjaan yang tertunda
  2. Mendapatkan pelukan istri tercinta
  3. Bangun pagi shalat shubuh di masjid
  4. Mendengarkan celoteh cerdas si kecil
  5. Mendapat dukungan dari rekan-rekan dan sahabat
  6. Bangun lebih awal dan menyempatkan shalat tahajud dan meminta
  7. Menyelesaikan membaca buku
  8. Menyelesaikan menulis tulisan
  9. Bertemu dengan orang-orang yang positif
  10. Berdiskusi dengan orang-orang yang mempunyai ide cemerlang
  11. Melihat anak tidur pulas dengan memeluk gulingnya
  12. Mendapat senyum dukungan dari istri tersayang
  13. Menerima komentar/tanggapan atas tulisan yang saya buat
  14. Mendapatkan progress positif atas proposal yang saya sampaikan
  15. Mendapatkan nasehat
  16. Menemukan tulisan/kutipan bagus dari bacaan/buku
  17. Mengetahui perjuangan orang yang tak kenal lelah dalam mencapai cita-cita
  18. Mengingat kembali visi dan mimpi
Saya yakin obat kuat saya masih banyak, tapi mungkin saya masih lupa untuk menuliskannya. Rekan pembaca pasti mempunyai obat kuat masing-masing. Akan sangat bermanfaat kalau kita bisa saling berbagi, sehingga kita akan mempunyai lebih banyak obat kuat lagi yang bisa kita gunakan sehari-hari untuk menyongsong keberhasilan kita.

Baca Selanjutnya...

Sunday, April 27, 2008

Daffa dan Belajar Berhitung

Sabtu minggu yang lalu saya bikin appointment dengan pimpinan Kumon Probolinggo untuk pertemuan tentang kursus Kumon. Saya benar-benar lupa sehingga staf Kumon telpon saya pagi itu ketika saya sudah dalam perjalanan mengantar Bunda ke RSU Tangerang. Saya minta maaf dan minta dijadwalkan ulang. Kebetulan Daf mendengarkan obrolan telepon tersebut.

Daffa yang minggu sebelumnya di tes berhitung di Kumon Probolinggo langsung berkomentar, "Ayah, Daf nggak suka berhitung". Saya kebingungan bagaimana cara menjawabnya. Memang ada keinginan untuk memasukan Daf untuk belajar matematika di kursus Kumon.

"Daf mau main aja Ayah, berhitung itu capek, Daf nggak suka berhitung", kembali Daf berargumen. Akhirnya saya bilang, kalau berhitung itu sama dengan bermain. Kalau bermain menyenangkan berhitung juga menyenangkan. Kalau kita bermain sebenarnya kita juga sedang berhitung. Saya mencoba meyakinkan Daffa. Sekali lagi, Daf bilang mau main saja, tidak mau berhitung.

Saya hanya kuatir Daf mempunyai pemahaman berhitung itu tidak enak, sehingga dia akan menolak untuk belajar berhitung atau kursus Kumon. Pesan Daffa jelas, dia tidak suka kemarin dites dan tidak mau lagi ke tempat Kumon.

Daf, sepeda Daffa rodanya berapa?. Daffa jawab ada empat roda. Nah, kalau Daffa punya dua sepeda, berarti berapa dong rodanya. Daf mulai tertarik. Dia mulai main-main dengan jarinya dan menghitung... "Delapan, Ayah", kata Daf. Saya coba lagi, kalau roda sepeda Daffa yang kecil Ayah copot dua-duanya pakai obeng, tinggal berapa sisa roda di sepeda Daffa, saya tanya. Daf menjawab juga, salah-salah sih, tapi akhirnya dia jawab benar.

Saya coba simpulkan, ternyata berhitung juga bermain. Dengan berhitung roda sepeda, Daffa bisa main sepeda. Main sepeda pasti Daffa senang, demikian juga berhitung. Entah penjelasan saya nyambung atau nggak, saya hanya pengin menghubungkan dan menyamakan keasyikan berhitung dan bermain.

Daf mulai mengalah, dia bilang suka berhitung, tapi masih tidak suka tes seperti di Kumon, karena lama dan capek, katanya.

Sabtu kemarin saya dan Bunda kembali ke Kumon. Di sesi awal kami berdua disuruh mengerjakan tes aljabar. Daf ketawa-tawa melihat kami dites dan mendapatkan nilai B dan C. "Apa itu B & C, Ayah"? Daf pengin tahu.

Daf senang saja berkunjung kembali ke Kumon. Mungkin trauma di tes kemarin sedikit bisa Daf lupakan dalam kunjungan kedua ini.

Saya jelaskan ke Daf, kalau kita bisa berhitung kita bisa bikin pesawat, bisa pintar listrik, dan bisa bikin gedung. Daf ternyata tertarik juga. Sejauh yang saya lihat, Daf tidak terlihat antipati dengan kata-kata berhitung. Malahan sekarang kami sering tebak-tebakan dalam angka.

Saya belum mendapatkan kemantapan apakah Daf akan saya masukan kursus, yang artinya akan mulai belajar ilmu pasti atau tidak. Memang banyak kontroversi tentang hal seperti ini. Banyak yang berpendapat, anak-anak seharusnya hanya diarahkan bermain. Kursus matematika seperti Kumon terlalu serius dan terlalu dini diberikan kepada anak-anak seperti Daffa yang baru 4 tahun. Tapi ada pendapat juga yang mengatakan kalau melatih otak kiri lebih dini adalah lebih baik, terutama untuk perkembangan kemampuan otak kiri pada masa-masa selanjutnya.

Saya berencana pergi ke Bandung untuk melihat sebuah metode kursus yang disebut sebagai APIQ Quantum. APIQ Quantum adalah salah satu metode belajar matematika untuk anak-anak yang diciptakan oleh seorang sarjana ITB. Saya dapatkan alamat APIQ dari rekan saya Devi (thanks Dev). Sudah saatnya saya dan Bunda mengetahui hal seperti ini lebih banyak untuk mengarahkan Daffa. Sampai dengan saat ini kami belum menentukan dan belum yakin metode dan tahapan belajar seperti apa yang akan kami arahkan buat si jagoan, Daffa.

Baca Selanjutnya...